Ada satu momen yang semua guru kenal. Tugas sudah dikumpulkan, tumpukannya rapi di meja, dan Anda menatapnya dengan perasaan campur aduk antara bangga dan ingin pura-pura tidak melihat. Tiga puluh dua lembar. Lima belas soal. Empat ratus delapan puluh kali mencocokkan jawaban dengan kunci.
Di bagian terakhir seri ini, kita selesaikan urusan itu sampai tuntas. Lalu kita bicara soal yang lebih menyenangkan: berkarya bareng guru lain, mengumpulkan bukti karya, dan — akhirnya — menghitung dengan jujur apakah paket berbayarnya masuk akal untuk Anda atau belum.
Ingat model media LKPD dari Bab 2? Setiap LKPD yang Anda buat bisa diubah menjadi tugas berkode. Berikut alurnya dari awal sampai nilai masuk ke tangan Anda.
Siapa mengerjakan apa, kapan, dan berapa nilainya. Tanpa Anda memegang pulpen merah sama sekali.
Ini yang jauh lebih berharga. Kalau soal nomor 7 hanya dijawab benar oleh 18% kelas, Anda tahu persis bagian mana yang harus diulang besok — bukan menebak-nebak.
Terbuka langsung di Excel. Berguna untuk arsip, laporan, dan analisis sendiri.
Pasang tenggat, tutup pengumpulan kapan saja, atau hapus seluruh jawaban — semuanya di halaman Pengumpulan.
Besok paginya, saya buka halaman Pengumpulan lima menit sebelum masuk kelas. Soal dengan persentase benar di bawah 50% saya catat. Lalu pembelajaran saya buka bukan dengan "ada yang mau ditanyakan?" — pertanyaan yang hampir tidak pernah dijawab jujur — melainkan dengan "kemarin yang paling banyak meleset soal nomor tujuh, mari kita bongkar bareng." Kelas langsung tahu kita sedang membicarakan sesuatu yang nyata.
Pertama, siswa tidak membuat akun. Mereka hanya mengisi nama. Tidak ada email, tidak ada nomor HP, tidak ada profil yang tertinggal di suatu tempat.
Kedua, alamat IP siswa tidak disimpan, dan jawaban yang terkumpul terhapus otomatis setelah 180 hari. Anda juga bisa menghapusnya lebih cepat kapan saja. Data anak-anak itu titipan, bukan aset.
Ketiga — dan ini detail teknis yang saya bangga ceritakan — kunci jawaban tidak pernah ikut masuk ke berkas siswa.
Alasannya begini. Media LKPD itu berkas statis; siapa pun yang penasaran bisa saja membuka "lihat sumber halaman" di peramban dan mengintip isinya. Jadi kunci jawaban sengaja dibuang sebelum berkas siswa dibuat — bukan disembunyikan, tapi benar-benar tidak ada di sana. Anda sebagai guru mengambilnya dari dasbor, di tempat yang hanya bisa dibuka pemilik media. Siswa yang jago ngoprek tetap tidak menemukan apa-apa.
Tombol "Kumpulkan" hanya muncul kalau siswa membukanya lewat tautan tugas berkode. Artinya LKPD yang sama tetap bisa Anda pakai sebagai media offline biasa di kelas tanpa internet — satu berkas, dua kegunaan. Saat dibuka langsung (bukan lewat tautan tugas), ia tidak mengirim apa pun ke mana pun.
Oh ya, dan ini bukan fitur premium: kelas digital tersedia di semua paket, termasuk Free.
Halaman Statistik menampilkan grafik harian: berapa kali tiap media Anda dibuka, dan mana yang paling laris. Berguna untuk dua hal — mengetahui materi apa yang paling dicari (kalau media Anda publik), dan membuktikan dampak karya Anda saat menyusun laporan atau berkas kenaikan pangkat.
Angkanya dihitung dari catatan kunjungan di sisi server, bukan dari pelacak yang ditanam di dalam media. Ini penting: media Anda tetap bersih, tetap tidak memanggil jaringan apa pun, dan tetap jalan offline. Satu kunjungan dihitung sekali per media per hari per perangkat, dan alamat IP mentah tidak pernah disimpan — hanya sidik acak yang tidak bisa dikembalikan menjadi identitas siapa pun. Kunjungan dari robot mesin pencari disaring agar tidak mengembungkan angka.
Mengajar itu pekerjaan yang anehnya sunyi. Kita berdiri di depan tiga puluh orang setiap hari, tapi jarang sekali ada yang melihat cara kita mengajar. Media yang kita buat dengan susah payah biasanya berakhir di folder laptop, dipakai sekali, lalu terlupakan.
Bab ini tentang mengubah itu.
Setiap guru punya profil publik di edugame.masri.cloud/namapengguna: foto, bio, mapel utama, jenjang yang diajar, jumlah karya, dan daftar media publiknya. Alamat ini bisa Anda tempel di bio Instagram, di tanda tangan email, atau di berkas portofolio.
Di Galeri, media publik dari semua guru bisa disaring per mata pelajaran dan jenjang. Temukan media yang cocok, tekan "Pakai media ini", dan salinannya masuk ke dasbor Anda untuk disesuaikan — nama sekolah, konteks daerah, tingkat kesulitan. Guru pembuat aslinya mendapat notifikasi bahwa karyanya dipakai. Jujur saja: rasanya menyenangkan.
Menyalin media dari galeri tidak memakai jatah media baru Anda. Jadi kalau kuota Free Anda tinggal sedikit, galeri adalah cara paling hemat untuk tetap punya bahan ajar baru — tinggal sesuaikan isinya dengan kelas Anda sendiri.
Yang publik hanya jumlah pengikut. Daftar nama pengikut tidak pernah dibuka ke siapa pun, termasuk ke yang diikuti.
Untuk rekan satu sekolah atau satu MGMP. Teman bisa melihat dan menyalin media yang Anda tandai "Khusus teman".
Permintaan teman, permintaan diterima, ada yang mengikuti Anda, dan ada yang memakai media Anda. Tidak berisik, tidak ada notifikasi promosi.
Kalau permintaan teman Anda ditolak, tidak ada pemberitahuan yang menyakitkan — bagi Anda statusnya tetap "terkirim". Hubungan antarguru perlu dijaga, bahkan oleh perangkat lunak.
Setiap akun punya tautan ajak sendiri. Setiap 5 guru yang Anda ajak dan benar-benar aktif — artinya mereka membuat akun lewat tautan Anda dan berhasil membuat media sendiri — Anda mendapat +5 kuota bonus.
Perhatikan kata "aktif". Mendaftar saja tidak dihitung, dan menyalin media dari galeri juga tidak dihitung (itu gratis, jadi akan menjadi celah untuk akun palsu). Harus benar-benar ada media hasil AI yang jadi.
Bonus ini masuk ke kantong yang terpisah dari kuota bulanan dan tidak pernah di-reset. Jadi walaupun langganan Pro Anda berakhir, kuota bonusnya tetap di sana menunggu dipakai. Batasnya 20 bonus per 30 hari, supaya adil untuk semua.
Untuk setiap media yang benar-benar karya Anda sendiri, Anda bisa mengunduh sertifikat PDF. Di dalamnya ada judul media, nama Anda, tanggal, kode unik, dan QR yang mengarah ke halaman verifikasi publik. Siapa pun — kepala sekolah, tim penilai angka kredit, panitia lomba — bisa memindainya dan memastikan sertifikat itu asli.
Tiga catatan supaya tidak salah paham:
Pengguna Pro bisa memilih tema warna profil yang muncul sebagai pita di bawah banner, menulis kalimat sambutan di bawah nama, dan menyematkan sampai 3 karya unggulan di bagian paling atas profil.
Kalau langganan berakhir, profil kembali tampil seperti Free — tapi pilihan Anda tetap tersimpan dan hidup lagi begitu Pro diaktifkan kembali. Tidak ada yang hilang, tidak perlu mengatur ulang dari nol.
Saya tidak akan berbasa-basi dengan "paket terbaik untuk Anda!". Mari lihat angkanya saja, lalu Anda putuskan sendiri.
| Fitur | Free — Rp0 | Pro |
|---|---|---|
| Kuota media | 2 media seumur akun | 30 media per bulan |
| Revisi AI per media | 1× | 5× |
| Model Interaktif (14 modul) | โ | โ |
| Model LKPD + kunci jawaban | โ | โ |
| Model Presentasi (3 tema, sampul berfoto) | – | โ |
| Kelas digital & nilai otomatis | โ | โ |
| Statistik harian | โ | โ |
| Galeri, ikuti & teman, sertifikat karya | โ | โ |
| Watermark EduGame di media | Ada (kecil) | Tidak ada |
| Unduh offline (1 berkas HTML) | – | โ |
| QR code media untuk siswa | – | โ |
| Media diproses sekaligus | 1 | 2 |
| Notifikasi WhatsApp saat media selesai | – | โ |
| Profil bertema + 3 karya disematkan | – | โ |
Harga Pro: Rp24.500 per bulan, atau Rp199.500 per tahun — setara sekitar Rp16.625 per bulan, hemat Rp94.500 atau sekitar 32% dibanding membayar bulanan.
Kalau Anda membuat lebih dari dua media dalam sebulan, Pro sudah lebih murah daripada waktu yang Anda habiskan menyiapkannya manual. Rp24.500 itu kira-kira harga dua gelas kopi; satu media manual menghabiskan dua sampai tiga jam malam Anda.
Tapi kalau Anda hanya ingin mencoba sesekali, Free sudah cukup — dan itu bukan masalah sama sekali. Jangan upgrade karena tombolnya besar; upgrade karena Anda memang rutin membuat media. Saya lebih senang Anda memakai Free selama setahun lalu benar-benar butuh, daripada membayar sebulan lalu lupa.
Tidak. Semua media yang sudah Anda buat tetap ada dan tetap bisa dibuka siswa seperti biasa. Yang berhenti hanya kuota pembuatan media baru, dan media baru akan kembali memakai watermark. Pilihan tema profil dan karya yang disematkan juga tetap tersimpan, hanya disembunyikan sampai Pro aktif lagi. Karya Anda bukan sandera.
Kalau Anda sudah berlangganan Pro di Masri.Cloud, akun EduGame Anda otomatis Pro juga. Tidak ada pembelian terpisah, tidak perlu mengaktifkan apa pun — cukup masuk dengan akun yang sama. Halaman harga pun akan memberi tahu Anda bahwa paketnya sudah termasuk, bukan menawarkan tombol beli.
Kalau yang ingin memakai bukan satu orang melainkan satu sekolah atau satu MGMP, ada jalur tersendiri: akun Pro untuk banyak guru, galeri media sekolah, pendampingan pemakaian papan interaktif, bimtek, dan laporan pemakaian. Harganya menyesuaikan jumlah guru. Hubungi lewat masri.cloud.
Bisa, dan ini justru salah satu alasan LKPD dibuat. Media LKPD bisa dicetak rapi di kertas A4 — diagramnya pun otomatis membuka deskripsi teksnya saat dicetak, jadi lembar hitam-putih tetap bermakna. Untuk kelas campuran, sebagian siswa mengisi dari HP dan dinilai otomatis, sebagian lagi mengerjakan di kertas.
Tombol "Kumpulkan" hanya muncul ketika siswa membuka media lewat tautan tugas berkode yang Anda bagikan. Saat itulah jawaban dikirim. Di luar itu, medianya berjalan sebagai media offline biasa tanpa mengirim apa pun ke mana pun.
Tidak. Kuota bonus disimpan di kantong terpisah dari kuota bulanan dan tidak pernah di-reset. Kalau langganan Pro Anda berakhir, kuota bonus tetap ada dan tetap bisa dipakai.
Rp24.500 per bulan atau Rp199.500 per tahun (hemat sekitar 32%). Paket ini tidak memperpanjang otomatis dan tidak menyimpan data kartu Anda. Kalau ingin lanjut, Anda membeli lagi saat masa aktifnya habis.
Mulai dari Free, dan pakai dua kuotanya untuk dua materi yang paling sering Anda ulang tiap tahun — media itu akan Anda pakai berkali-kali. Perbanyak dengan menyalin dari galeri, karena menyalin tidak memotong kuota. Lalu manfaatkan Ajak Teman: ajak rekan satu MGMP, dan setiap lima rekan yang aktif memberi Anda tambahan lima kuota yang tidak hangus. Banyak guru bisa berjalan cukup jauh tanpa membayar sepeser pun.
Tidak. Semua media yang sudah dibuat tetap ada dan tetap bisa dibuka siswa. Yang berhenti hanya kuota pembuatan media baru, dan media baru kembali memakai watermark.
Saya kumpulkan dari pertanyaan yang paling sering masuk. Urutannya dari yang paling sering ke yang paling jarang, supaya Anda bisa berhenti membaca begitu masalahnya ketemu.
| Gejalanya | Penyebab paling mungkin | Yang harus dilakukan |
|---|---|---|
| Media sudah saya sunting, tapi di HP masih tampil versi lama | Peramban menampilkan simpanan sementara, bukan berkas baru | Muat ulang paksa: Ctrl+F5 di laptop, atau tutup tabnya lalu buka lagi di HP. Untuk memastikan, minta satu siswa membukanya di mode penyamaran. |
| Siswa bilang tombol "Kumpulkan" tidak ada | Mereka membuka tautan media biasa, bukan tautan tugas berkode | Bagikan ulang tautan dari halaman Pengumpulan. Tombol itu memang hanya muncul lewat tautan tugas. |
| Proses pembuatan gagal di tengah jalan | Topik terlalu kompleks untuk durasi yang dipilih, atau proses melewati 150 detik | Kuota Anda sudah kembali otomatis — periksa saja angkanya. Coba lagi dengan topik yang lebih fokus atau durasi lebih pendek. |
| Tombol Buat Media tidak merespons, muncul peringatan batas | Batas 3 permintaan per menit, atau antrean Anda sudah penuh (1 untuk Free, 2 untuk Pro) | Tunggu satu menit. Jangan mengeklik berulang — itu justru memperpanjang tertahannya. |
| Soal punya dua jawaban yang sama-sama benar | Pengecoh yang disusun AI kebetulan juga tepat | Perbaiki langsung di editor — gratis, tidak memotong kuota. Inilah alasan ceklis peninjauan di Bab 5 ada. |
| Tombol "Bacakan" tidak muncul di media | Perangkat itu tidak punya suara Bahasa Indonesia terpasang | Normal, bukan kerusakan. Tombolnya memang disembunyikan daripada membacakan dengan logat yang salah. |
| Media tidak muncul di galeri komunitas | Visibilitasnya masih Pribadi atau Tautan saja | Ubah menjadi Publik di editor. Ada juga preferensi di Pengaturan untuk membuat media baru publik secara otomatis. |
| Tombol Unduh dan QR terkunci | Keduanya khusus paket Pro | Untuk sementara, bagikan tautan biasa — siswa tetap bisa membukanya dari HP tanpa masalah. |
| Angka statistik tidak naik padahal media dibuka | Angka publik disembunyikan selama kunjungan masih di bawah ambang, dan satu perangkat dihitung sekali per hari | Sebagai pemilik, Anda selalu melihat angka sebenarnya di dasbor. Tunggu sehari dan lihat grafik hariannya. |
Kalau ada yang bermasalah tepat sebelum jam pelajaran, jangan memperbaiki media — buka berkas cadangan. Inilah gunanya mengunduh media ke flashdisk jauh-jauh hari (Bab 5). Berkas unduhan tidak ikut berubah saat media daring disunting, jadi ia selalu menjadi versi yang terakhir Anda tahu aman. Perbaikan bisa menunggu sampai jam istirahat; kelas tidak bisa.
Kita sudah melewati tujuh bab. Dari keluhan jam 23.40, sampai sertifikat karya ber-QR. Tapi kalau boleh saya tinggalkan satu kalimat saja dari seluruh seri ini, kalimatnya begini:
Teknologi tidak akan membuat Anda menjadi guru yang lebih baik. Waktu yang kembali ke tangan Anda, itulah yang akan.
EduGame tidak menggantikan apa pun yang penting. Ia tidak bisa membaca wajah siswa yang sedang bingung di bangku belakang. Ia tidak tahu bahwa Rina hari ini murung karena ayahnya sakit. Ia tidak bisa memilih kapan harus berhenti menerangkan dan mulai mendengarkan.
Itu semua tetap pekerjaan Anda — dan memang seharusnya begitu. Yang ia ambil alih hanyalah bagian yang selama ini mencuri waktu Anda: menyusun tampilan, mengetik soal satu per satu, membuat rubrik, mencocokkan jawaban. Pekerjaan yang perlu, tapi tidak perlu dikerjakan oleh manusia yang besok pagi harus berdiri di depan tiga puluh dua anak.
Jadi begini saja tantangannya, dan ini tantangan kecil: pilih satu topik yang minggu ini Anda ajarkan. Satu saja. Buka EduGame, isi wizardnya, lihat hasilnya. Dua puluh menit. Kalau ternyata tidak cocok dengan cara Anda mengajar, Anda kehilangan dua puluh menit — dan itu bukan kerugian besar.
Tapi kalau ternyata cocok? Anda baru saja menemukan cara mendapatkan kembali malam-malam Minggu Anda.
Dua media gratis sudah menunggu di akun Anda — tanpa kartu kredit, tanpa keahlian desain, tanpa koding. Buka edugame.masri.cloud, dan sampai jumpa di kelas yang lebih hidup.
Keterbukaan: saya, Masri, adalah guru Seni Budaya sekaligus pengembang EduGame Masri.Cloud. Harga, kuota, dan batasan yang disebut berlaku saat artikel terbit dan dapat berubah sewaktu-waktu — halaman harga di aplikasi selalu menjadi rujukan yang sah.
Tinggalkan Komentar