Pukul 23.40. Besok mengajar jam pertama. Materinya sudah tahu, tujuan pembelajarannya sudah tahu, bahkan kelasnya sudah terbayang mau diajak ke mana. Yang belum ada cuma satu: medianya. Dan tiga puluh menit terakhir habis bukan untuk berpikir pedagogis, melainkan untuk mencari gambar siklus air yang tidak berwatermark.
Kalau Anda pernah ada di titik itu — dan saya cukup yakin pernah — seri ini saya tulis untuk Anda. Tiga artikel, tujuh bab, dari nol sampai selesai. Bukan ulasan, bukan daftar fitur. Ini panduan kerja: Anda buka di satu tab, EduGame di tab sebelah, dan ikuti sampai habis.
Di akhir seri, Anda akan punya media pembelajaran interaktif buatan sendiri yang bisa ditayangkan di papan interaktif, dibuka siswa dari HP tanpa memasang aplikasi, dinilai otomatis saat dikerjakan, dan tetap berjalan ketika wifi sekolah sedang berulah.
Saya mulai dari bagian yang sering dilewati penulis panduan: apa sebenarnya yang Anda dapat di akhir, dan berapa harga waktunya. Supaya Anda bisa memutuskan sekarang, bukan setelah terlanjur membaca dua ribu kata.
Guru Indonesia tidak kekurangan ide. Saya sering keliling bimtek dan yang saya temukan justru sebaliknya: ruang guru penuh orang yang punya gagasan kelas luar biasa. Ada yang ingin membuat simulasi pasar untuk materi ekonomi. Ada yang ingin siswa menjadi detektif saat belajar sistem pencernaan. Ada yang ingin anak-anak memilih sendiri jalan cerita di pelajaran PPKn.
Lalu apa yang terjadi? Dua puluh empat jam pelajaran. Administrasi. Rapat. Lomba. Piket. Wali kelas. Dan ide tadi mengendap di catatan HP, terselip di antara daftar belanja dan nomor WA orang tua siswa.
Masalahnya bukan niat. Masalahnya aritmetika sederhana: membuat satu media interaktif yang layak butuh keterampilan desain, sedikit kemampuan koding, dan waktu berjam-jam. Tiga hal yang stoknya paling menipis di akhir semester. Akibatnya kita berkompromi, dan kompromi itu bentuknya begini:
Berjam-jam menyusun slide, berburu gambar bebas hak cipta, menulis soal satu per satu. Besoknya mengantuk di depan kelas.
Mayoritas hanya pilihan ganda, butuh internet stabil, dan siswa harus memasang aplikasi atau membuat akun.
Papan interaktif di kelas sering hanya dipakai menayangkan slide. Layar sentuhnya menganggur.
Alur pembelajaran, rubrik, LKPD, dan asesmen disusun di berkas yang berbeda-beda. Rapi di map, tercerai-berai saat dipakai.
Bukan "wawasan". Benda konkret:
| Yang Anda miliki | Bentuknya | Dibahas di |
|---|---|---|
| Akun EduGame aktif dengan profil publik | Alamat sendiri, misalnya edugame.masri.cloud/budisantoso | Bab 3 |
| Satu media pembelajaran interaktif jadi | Tautan yang bisa dibuka siswa dari HP mana pun | Bab 4 |
| Media yang sudah Anda tinjau dan sunting | Isi yang benar-benar cocok dengan kelas Anda | Bab 5 |
| Berkas offline (paket Pro) | Satu berkas HTML di flashdisk, jalan tanpa internet | Bab 5 |
| Tugas LKPD berkode | Nilai siswa masuk otomatis, rekap bisa diunduh CSV | Bab 6 |
| Sertifikat karya PDF ber-QR | Lampiran portofolio PMM atau berkas kenaikan pangkat | Bab 7 |
Mendaftar dan melengkapi profil: 5–7 menit, sekali seumur akun. Membuat media pertama lewat wizard: 3–5 menit mengisi ditambah belasan sampai sekitar dua puluh detik menunggu proses. Meninjau dan menyunting hasilnya: 5–10 menit, dan ini bagian yang jangan Anda lewati. Total realistis untuk media pertama: sekitar 20 menit. Media kedua dan seterusnya jauh lebih cepat karena Anda sudah hafal alurnya.
Bab ini sedikit lebih teknis, tapi saya janji semuanya dijelaskan dengan bahasa manusia. Alasan saya menulisnya: kalau Anda paham cara kerjanya, Anda akan tahu kapan harus percaya hasilnya dan kapan harus memeriksanya lebih teliti. Itu beda antara memakai alat dan dikendalikan alat.
Ini bagian teknis yang biasanya dilewat orang, padahal paling penting buat Anda sebagai pemakai. Di banyak alat sejenis, AI diminta menuliskan kode halamannya langsung. Hasilnya? Kadang cantik, kadang berantakan, kadang error di tengah kelas — dan Anda baru tahu saat tiga puluh dua siswa sudah menatap layar.
EduGame memakai pendekatan terbalik. AI hanya mengisi data — teks materi, soal, pilihan jawaban, pasangan kata, label diagram. Tampilannya dirender oleh mesin tampilan yang sudah diuji berkali-kali dan dipakai ulang untuk semua media.
Analoginya begini: AI itu penulis naskah, bukan tukang bangunan. Gedungnya sudah berdiri kokoh dan sudah lolos uji; naskahnya yang berganti-ganti setiap pelajaran. Konsekuensi praktisnya untuk Anda:
Tidak ada media yang "jebol" tata letaknya, karena tata letaknya bukan karangan AI.
Tombol minimal 48 piksel, dan 56 piksel saat dibuka di papan interaktif. Jari dewasa pun tidak meleset.
Navigasi papan ketik, label untuk pembaca layar, dan penghormatan terhadap setelan "kurangi animasi".
Teks dari AI tidak pernah diperlakukan sebagai kode. Tidak ada jalan bagi skrip asing untuk menumpang masuk.
| Model | Isi standarnya | Pakai kalauโฆ | Paket |
|---|---|---|---|
| ๐ฎ Interaktif | Beranda, lalu racikan dari 14 modul permainan (kuis, pasangkan, kartu materi, detektif, urutkan, simulasi, cerita bercabang, roda acak, teka-teki silang, studio kreatif, peta konsep, pembuka mindful), ditutup refleksi. | Anda ingin siswa aktif menyentuh, mencoba, dan bermain di papan interaktif. | Semua paket |
| ๐จ Presentasi | Sampul berfoto dan biodata Anda, menu utama, halaman materi, tautan video, latihan, rangkuman. Ada efek suara dan sentuhan. Tiga tema: Soft Vinyl, Papan Kapur, Buku Cerita. | Anda ingin menjelaskan materi di depan kelas dengan tampilan rapi dan khas. | Pro |
| ๐ Lembar Kerja (LKPD) | Bacaan, langkah praktikum, isian singkat, pilihan ganda, benar–salah, menjodohkan, tabel pengamatan, refleksi. Kunci jawaban khusus guru. | Anda ingin siswa mengerjakan — di HP atau di kertas A4 — dan dinilai. | Semua paket |
Dan ini yang saya suka: kalau sudah punya satu bentuk, bentuk lainnya cukup sekali klik. LKPD "Siklus Air" bisa dijadikan Presentasi dengan topik dan kelas yang sama tanpa mengisi wizard lagi. Caranya ada di Bab 5.
Media yang hanya kumpulan soal lepas itu gampang dibuat. Yang sulit adalah media yang punya alur. Setiap media EduGame disusun mengikuti kerangka Pembelajaran Mendalam:
Pemantik, konsep inti, dan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan siswa.
Siswa mencoba, bermain, dan berkarya lewat aktivitas interaktif.
Polling kelas, dinding refleksi, dan umpan balik yang santun.
Di dalamnya ada tiga rasa yang sengaja dijaga: Mindful (jeda napas dan check-in perasaan sebelum belajar), Meaningful (materi dikaitkan dengan lingkungan dan budaya lokal), dan Joyful (permainan, tantangan, konfeti — ya, ada konfetinya, dan ya, siswa SMA pun tetap bersorak).
Bonusnya, setiap media datang dengan Panduan Guru: alur waktu, rubrik empat level, serta asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Bagian yang biasanya Anda ketik di berkas terpisah jam sebelas malam itu, sudah ada di dalam medianya.
Aplikasi guru berada di edugame.masri.cloud. Media siswa disajikan dari alamat yang berbeda: play.edugame.masri.cloud. Pemisahan ini disengaja dan punya dua akibat yang sama-sama menguntungkan Anda.
Pertama, keamanan. Isi media tidak pernah berjalan di alamat yang memegang sesi login Anda. Jadi tidak ada skenario di mana sebuah media bisa menyentuh akun Anda.
Kedua — dan ini yang paling terasa di sekolah — media dikunci agar tidak boleh memanggil jaringan sama sekali. Tidak ada gambar dari server luar, tidak ada font yang diunduh, tidak ada skrip pelacak. Semua yang dibutuhkan media sudah ada di dalam berkasnya sendiri. Artinya: setelah halaman termuat, media itu tidak peduli wifi sekolah sedang bagus, lemot, atau mati total.
Visual di dalam media digambar langsung oleh mesin tampilan sebagai diagram vektor, bukan gambar yang diunduh dari layanan luar. Keputusan ini diambil sadar-sadar: gambar luar membuat media butuh internet saat dibuka di kelas, dan satu gangguan di layanan itu akan merusak semua media sekaligus. Efek suara pun disintesis langsung di peramban, bukan berkas MP3. Hasilnya berkas yang ringan — media enam layar biasanya sekitar 70–80 KB, lebih kecil daripada satu foto HP.
Saya lebih suka Anda tahu angka ini sekarang daripada kaget nanti:
| Hal | Free | Pro |
|---|---|---|
| Kuota media | 2 media seumur akun | 30 media per bulan |
| Revisi oleh AI per media | 1× | 5× |
| Media diproses bersamaan | 1 | 2 |
| Layar maksimum per media | 14 layar | |
| Permintaan pembuatan per menit | 3 per akun | |
| Batas waktu satu proses | 150 detik, lewat itu dibatalkan dan kuota kembali | |
| Watermark EduGame | Ada, kecil | Tidak ada |
AI yang dipakai sekarang sudah jauh lebih teliti daripada generasi sebelumnya, tapi ia masih bisa salah. Yang paling sering saya temukan: soal pilihan ganda dengan pengecoh yang ternyata juga benar. Contoh nyata — menanyakan di mana gerak peristaltik terjadi, dengan dua pilihan yang dua-duanya tepat. Karena itu Bab 5 saya isi penuh dengan cara meninjau. Jangan pernah menayangkan media yang belum Anda baca sendiri.
Tarik napas. Bagian ini tidak akan menyakitkan. Tidak ada formulir sepuluh kolom, tidak ada kode OTP yang telat datang, dan tidak ada kata sandi baru.
budisantoso. Nama ini menjadi dua hal sekaligus: alamat profil publik Anda (edugame.masri.cloud/budisantoso) dan bagian dari tautan setiap media Anda.
| Kolom | Isi apa | Muncul di mana |
|---|---|---|
| Bio | Maksimal 160 karakter. Contoh: "Guru IPAS SDN 12 Lengayang. Suka media yang bikin anak maju ke depan." | Profil publik & pratinjau tautan saat dibagikan |
| Mapel utama | Maksimal 60 karakter | Profil publik & penyaring galeri |
| Jenjang yang diajar | Boleh lebih dari satu | Profil publik & penyaring galeri |
| Tampilkan foto Google | Sakelar nyala/mati | Kalau dimatikan, foto benar-benar tidak ikut ke mana pun, termasuk ke pratinjau WhatsApp |
Langganan Pro Masri.Cloud yang masih aktif otomatis membuat akun EduGame Anda Pro juga. Tidak ada pembelian terpisah dan tidak ada tombol yang perlu ditekan — cukup masuk dengan akun yang sama. Status ini disegarkan sendiri oleh sistem secara berkala. Rinciannya di Bab 7.
| Menu | Gunanya | Kapan Anda akan memakainya |
|---|---|---|
| Dasbor | Daftar semua media Anda, sisa kuota, dan tombol aksi per media: salin tautan, QR, unduh HTML, sertifikat, buat versi lain, hapus. | Setiap hari |
| Buat Media | Wizard tiga langkah. Ini jantungnya. | Bab 4 |
| Galeri | Karya guru lain yang dipublikasikan, bisa disaring per mapel dan jenjang, dan bisa disalin untuk disesuaikan. | Saat butuh inspirasi atau jalan pintas |
| Pengumpulan | Jawaban siswa dari tugas LKPD berkode, lengkap dengan skor dan rekap CSV. | Bab 6 |
| Statistik | Grafik harian: berapa kali tiap media Anda dibuka, dan mana yang paling laris. | Saat menyusun laporan atau penasaran |
| Teman | Permintaan teman, daftar teman, dan guru yang Anda ikuti. | Bab 7 |
| Pengaturan | Profil publik, nama pengguna, dan preferensi apakah media baru otomatis publik atau tidak. | Sekali di awal |
| Harga | Paket Free dan Pro, tombol beli, serta riwayat pembayaran Anda. | Bab 7 |
Mode terang dan gelap. Ada tombol โ๏ธ/๐ melayang di kiri bawah setiap halaman aplikasi. Pilihan Anda diingat perangkat dan tidak berkedip saat halaman dibuka. Media siswa juga punya tombol mode gelapnya sendiri di toolbar — berguna sekali saat mengajar di ruang gelap atau jam terakhir sore hari.
Menyatu dengan dasbor Masri.Cloud. Kalau Anda sudah biasa memakai app.masri.cloud, EduGame sudah tertanam di sana di menu Pendidikan → EduGame. Tidak perlu login dua kali, dan tidak perlu mengingat alamat yang berbeda.
Halaman berputar lalu kembali ke awal: biasanya karena pemblokir pop-up atau kuki pihak ketiga dimatikan. Izinkan kuki untuk masri.cloud, lalu coba lagi. Masuk dari dalam dasbor app.masri.cloud tapi gagal: tunggu enam detik, akan muncul tombol untuk membuka EduGame di tab baru — pakai itu. Nama pengguna terasa aneh: wajar untuk nama Google yang memakai gelar atau tanda baca; ganti saja di Pengaturan sebelum Anda membuat media pertama.
Tidak sama sekali. Yang Anda isi hanya jenjang, mata pelajaran, dan topik — persis seperti mengisi identitas RPP. EduGame yang merancang tampilan, interaksi, dan alurnya. Kalaupun Anda ingin mengubah isi, penyuntingnya berupa formulir biasa, bukan kode.
Semua. Dari PAUD, SD, SMP, SMA, sampai SMK, termasuk muatan lokal dan kokurikuler. Daftar pilihannya berisi 23 mata pelajaran dan ada opsi "Lainnya" untuk mengetik sendiri. Bahasa, ukuran huruf, dan tingkat kesulitan menyesuaikan jenjang yang Anda pilih.
Media disusun berdasarkan fase, tujuan pembelajaran, dan alur Pembelajaran Mendalam (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi). Tapi tolong catat: guru tetap wajib meninjau. AI sesekali masih bisa membuat pengecoh soal yang ternyata juga benar. Semua isi bisa disunting sebelum dipakai, dan itu memang bagian dari alur kerjanya.
Tidak. Siswa cukup membuka tautan atau memindai QR — tanpa akun, tanpa memasang aplikasi. Untuk tugas LKPD, alamat IP siswa tidak disimpan dan jawaban terhapus otomatis setelah 180 hari.
Tidak. Kalau proses gagal, kuota dikembalikan otomatis. Menyunting isi media secara manual dan merender ulang juga tidak memotong kuota — itu masuk jatah revisi, bukan jatah media baru.
Login memakai akun Google, dan setiap media berjalan di alamat terpisah dari akun Anda. Anda bisa mengatur tiap media menjadi pribadi, tautan saja, khusus teman, atau publik. Media juga tidak memanggil jaringan apa pun saat dibuka, jadi tidak ada data siswa yang mengalir ke mana-mana.
Sampai sini pondasinya sudah berdiri. Bab berikutnya kita masuk ke bagian yang paling seru dan paling panjang: mengisi wizard kolom demi kolom, memahami keempat belas modul, dan menyaksikan media pertama Anda jadi.
Keterbukaan: saya, Masri, adalah guru Seni Budaya sekaligus pengembang EduGame Masri.Cloud. Panduan ini saya tulis dari sisi orang yang membangunnya, jadi silakan baca dengan kesadaran itu. Angka, harga, dan batasan yang disebut berlaku saat artikel terbit dan dapat berubah — halaman harga di aplikasi selalu menjadi rujukan yang sah.
Leave a Comment